Monday, October 20, 2008

HUMOR : WHEN HUSBAND DRIVE A CAR



A wife was making a breakfast of fried eggs for her husband. Suddenly her husband burst into the kitchen.

"Careful ... CAREFUL!
Put in some more butter!
Oh my GOD! You're cooking too many at once. TOO MANY!
Turn them! TURN THEM NOW! We need more butter.
Oh my GOD! WHERE are we going to get MORE BUTTER?
They're going to STICK!
Careful...... CAREFUL!
I said be CAREFUL! You NEVER listen to me when you're cooking!
Never! Turn them! Hurry up! Are you CRAZY?
Have you LOST your mind? Don't forget to salt them.
You know you always forget to salt them.
Use the salt. USE THE SALT!
T H E S A L T!"

The wife stared at him.
"What the hell is wrong with you?
You think I don't know how to fry a couple of eggs?"

The husband calmly replied,
"I wanted to show you what it feels like
when I am driving with you in the car."

JUDGE ME BY THE FOOTPRINTS I LEAVE BEHIND



A story is told about a soldier who was finally coming home after having fought in Vietnam.

He called his parents from San Francisco.

"Mom and Dad, I'm coming home, but I've got a favor to ask. I have a friend I'd like to bring with me."

"Sure," they replied, "we'd love to meet him."

"There's something you should know the son continued, "he was hurt pretty badly in the fighting. He stepped on a land mined and lost an arm and a leg. He has nowhere else to go, and I want him to come live with us."

"I'm sorry to hear that, son. Maybe we can help him find somewhere to live."

"No, Mom and Dad, I want him to live with us."

"Son," said the father, "you don't know what you're asking. Someone with such a handicap would be a terrible burden on us. We have our own lives to live, and we can't let something like this interfere with our lives. I think you should just come home and forget about this guy. He'll find a way to live on his own."

At that point, the son hung up the phone. The parents heard nothing more from him.

A few days later, however, they received a call from the San Francisco police. Their son had died after falling from a building, they were told. The police believed it was suicide. The grief-stricken parents flew to San Francisco and were taken to the city morgue to identify the body of their son. They recognized him, but to their horror they also discovered something they didn't know, their son had only one arm and one leg.

The parents in this story are like many of us. We find it easy to love those who are good-looking or fun to have around, but we don't like people who inconvenience us or make us feel uncomfortable. We would rather stay away from people who aren't as healthy, beautiful, or smart as we are.

Thankfully, there's someone who won't treat us that way. Someone who loves us with an unconditional love that welcomes us into the forever family, regardless of how messed up we are.

Tonight, before you tuck yourself in for the night, say a little prayer that God will give you the strength you need to accept people as they are, and to help us all be more understanding of those who are different from us!!!

There's a miracle called -Friendship- that dwells in the heart. You don't know how it happens or when it gets started. But you know the special lift It always brings and you realize that Friendship Is God's most precious gift!

Friends are a very rare jewel, indeed. They make you smile and encourage you to succeed. They lend an ear, they share a word of praise, and they always want to open their hearts to us.

Wednesday, October 15, 2008

Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham


I've found this article from christian post.. i guess that some of u guys may interested wif Trueworshippers band.. Sidney Mohede was a main singer in Trueworshippers..so, take some information about him...

Disiplin dari diri sendiri, berani berkata dan bertindak tegas mungkin beberapa karakter yang terus dibangun Sidney. Kesukaannya membaca buku membuat bisa belajar lewat banyak hal termasuk kisah orang-orang yang mengagumkan “Saya pernah baca biografi Billy Graham, ia sangat menjaga hidupnya.” ujarnya penuh kekaguman

Salah satu contoh yang ia lakukan adalah ia tidak pergi bersama dalam satu mobil dengan sekretarisnya. Jauh sebelum menikah, Sidney telah membuat ‘pagar-pagar’ untuk menjaganya. Antara lain, bagaimana menghadapi fans terutama para gadis belia yang kadang tidak terkontrol, dan cenderung nekad. “Satu kali setelah konser di satu kota yang tidak mau saya sebut namanya, tengah malam pintu kamar hotel diketuk beberapa kali, saya tidak mau buka pintu, karena saya dengar suara wanita. Saya bukannya mau jaga jarak tapi itu benar-benar karena saya memang harus begitu. Saya tak peduli alasannya, mau didoakan kek, mau konseling kek, yang begini saya harus berani bilang, No, thank you. Untuk menjaga, saya pun tidak mau memberikan no hp pribadi, kalau mau hubungi saya, saya bilang saja, silakan hubungi saya di kantor.

Saya dengar begitu banyak hamba-hamba Tuhan jatuh oleh hal seperti ini. Saya percaya untuk hal yang satu ini, saya tidak boleh menganggapnya remeh” tegasnya. Meski, tambahnya, banyak pula ‘kejadian kecil’ yang tak terhindarkan. Misalnya, turun panggung ada yang melayangkan cubitan dan cakaran bahkan ada juga yang tiba-tiba naik ke atas panggung menciumnya.

Berjumpa Tuhan

Sedikit menengok ke belakang, Sidney bersama kedua saudaranya seolah terpaksa menelan pil pahit kehidupan saat mereka masih kanak. Orang tua mereka bercerai ketika Sidney kelas lima SD. Tiga kakak beradik inipun di boyong sang mama di Amerika menjalani kehidupan baru tanpa papa.

Membawa bekal uang pas-pasan membuat mereka hidup prihatin. Mereka tinggal di motel dengan ukuran kamar yang sangat kecil. Sidney satu-satunya laki-laki. Untuk itu, meski masih kecil, ia harus mengalah tidur di lantai. Hampir seluruh waktu milik mamanya dihabiskan untuk bekerja keras di pabrik. Jadilah, Sidney ikut membantu kebutuhan keluarga bekerja mengantar koran di kawasan tempat tinggal mereka Monterey Park tiap jam lima pagi sebelum berangkat sekolah. Pulang sekolah, Sidney kembali keliling mengantar koran atau mengambil tagihan yang sifatnya sukarela. Lalu Sidney mengecap pekerjaan baru yaitu menjaga toko buku komik. Ketika SMA, ia mendapat beasiswa dari Walt Disney dan bekerja di perusahaan percetakan, mengerjakan desain. “Saat waktu senggang saya melukis untuk orang. Ketika kuliah saya mulai bisa nabung dan bisa membeli sebuah mobil bekas. Tahun 1994 saya mulai hidup mapan… “ kenang pria kelahiran 27 Maret 1973.

Sidney mengaku pernah bandel saat menjelang masuk SMA, doyan pesta, minuman keras dan ngegelek, “Saya sering pulang pagi diantar polisi dalam keadaan mabuk,” tambahnya

Momen penting dalam hidup Sidney saat kelas tiga SMA. Ia datang ke gereja Indonesia di LA, seorang pembicara dari Pasadena di tengah khotbahnya berhenti dan menunjuk Sidney yang duduk di bangku paling belakang dan minta Sidney maju ke depan lalu berkata,”Tuhan sayang padamu. Ia ingin kau kembali.”

BEBANN???

Beban

Filipi 4:6-7
6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Mazmur 116:6-8
6 TUHAN memelihara orang-orang sederhana; aku sudah lemah, tetapi diselamatkan-Nya aku.
7 Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu.
8 Ya, Engkau telah meluputkan aku dari pada maut, dan mataku dari pada air mata, dan kakiku dari pada tersandung.

Yesaya 41:13
13 Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: "Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau."

Yohanes 16:33
33 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."

Mazmur 55:23a
23a Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.

Matius 11:28-30
28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

1 Petrus 5:6-7
6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.
7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Galatia 6:2
2 Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.

(Sumber : Buku Hikmat Dari Tuhan Tentang Kehidupan)